Kepala SDN 001 Ranai, Deni Iswanti, S.Pd.SD., mengatakan pelaksanaan pembagian rapor Tahun Pelajaran 2025/2026 berlangsung berbeda karena disejalankan dengan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).
Deni menjelaskan, pembagian rapor bagi peserta didik kelas 1 hingga kelas 5 dilaksanakan pada Sabtu (20/6/2026), sesuai Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2025/2026 serta ketetapan dari Dinas Pendidikan.
“Tujuan ayah mengambil rapor adalah untuk menunjukkan kepedulian, menjalin komunikasi, memberi motivasi, serta mencegah fatherless terhadap anak,” ujar Deni kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai melalui WhatsApp, Minggu (21/6/2026).
Ia menyampaikan, pihak sekolah sebelumnya telah mengundang dan mengimbau para ayah untuk hadir langsung mengambil rapor anak mereka.
Ajakan tersebut mendapat respons positif. Banyak orang tua laki-laki hadir langsung ke sekolah, meskipun sebagian masih diwakili oleh ibu karena adanya kendala tertentu.
“Alhamdulillah, banyak orang tua yang hadir terutama bapak-bapak. Namun sebagian ada juga ibu-ibu yang mewakili karena bapak-bapak tidak bisa hadir,” jelasnya.
Sebelum pembagian rapor dimulai, pihak sekolah terlebih dahulu mengumpulkan murid bersama orang tua di halaman SDN 001 Ranai untuk mendapatkan pengarahan dan motivasi.
Deni mengatakan, halaman sekolah dipilih sebagai lokasi pertemuan karena jumlah murid dan orang tua cukup banyak sehingga ruangan kelas tidak mampu menampung seluruh peserta.
Dalam kesempatan itu, ia berpesan kepada seluruh murid agar tetap semangat belajar, menjaga kesehatan selama liburan, dan memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif.
“Anak-anak kami motivasi agar lebih giat lagi belajar di Tahun Pelajaran 2026/2027 nanti, serta selama libur tetap menjaga kesehatan dan melakukan hal-hal yang positif,” katanya.
Seperti tahun sebelumnya, SDN 001 Ranai juga memberikan apresiasi kepada murid-murid yang berhasil meraih prestasi sebagai bentuk motivasi agar semakin giat belajar.
Namun untuk tahun ini, penghargaan sementara diberikan dalam bentuk sertifikat, sementara piala akan diserahkan menyusul.
“Sekarang kami baru bisa memberikan sertifikat bagi murid berprestasi mulai dari kelas 1 sampai kelas 5. Sementara piala akan menyusul karena keterlambatan barang yang sudah kami pesan melalui SIPLah,” ungkapnya.
Deni menjelaskan, saat ini proses belanja modal di satuan pendidikan wajib mengikuti aturan melalui sistem SIPLah sesuai anggaran yang telah ditetapkan.
Setelah pengarahan selesai, pembagian rapor dilanjutkan di ruang kelas masing-masing bersama wali kelas. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.
Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 99 persen murid kelas 1 sampai kelas 5 SDN 001 Ranai dinyatakan naik kelas. Sementara dua murid dinyatakan belum naik kelas, masing-masing satu murid kelas 1 dan satu murid kelas 2.
Deni menegaskan, keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang dan rapat khusus bersama dewan guru.
Selain itu, wali kelas juga telah melakukan komunikasi dengan orang tua murid terkait kondisi perkembangan belajar anak.
“Sebelum keputusan ditetapkan, pihak sekolah sudah mengadakan rapat khusus bersama dewan guru. Wali kelas juga sudah berkoordinasi dengan orang tua jika ada murid yang terpaksa harus tinggal kelas,” sebutnya.
Menurut Deni, keputusan tersebut dilakukan demi kepentingan perkembangan pendidikan anak agar dapat memperoleh pendampingan belajar yang lebih maksimal.
“Orang tua juga mengetahui dan menerima kenyataan tersebut. Misalnya ada anak yang tidak pernah masuk kelas sama sekali atau belum mengenal huruf, sehingga harus diberikan kesempatan belajar kembali agar lebih maksimal,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Deni menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh murid yang berhasil naik kelas maupun mendapatkan prestasi.
“Terus pertahankan dan tingkatkan lagi belajarnya agar tahun berikutnya bisa lebih baik lagi,” pesannya.
Ia juga memberikan semangat kepada murid yang belum berhasil naik kelas agar tidak menyerah dan terus meningkatkan kemampuan belajar.
“Bagi murid yang belum naik kelas atau nilainya masih di bawah kategori minimum, jangan berkecil hati. Lebih giat lagi belajar. Kami juga berharap bimbingan dan dukungan orang tua agar bersama-sama membimbing anak-anak di Tahun Pelajaran 2026/2027 mendatang,” pungkasnya.